Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

Saturday, July 14, 2018

Lalu Muhammad Zohri | Juara yang Tak Dirindukan


‘Start di Line 8, Finish Nomor Satu’.

Begitu capture yang ditulis oleh si pengunggah video. Awalnya aku agak malas mengklik video tersebut karena mood lagi buruk setelah mengetahui Timnas Indonesia U-19 kalah adu pinalti melawan Malaysia, di Semifinal AFF U-19. 

“Ah, selalu Malaysia jadi mimpi buruk Timnas Garuda!” Aku menggerutu. “Di Final Piala AFF 2010 kalah sama Malaysia. Sea Games 2011, kalah lagi sama Malaysia.”

Tapi karena rasa penasaran, akhirnya ku-klik juga video tersebut.

Ternyata video itu menayangkan hasil dari Kejuaraan Dunia Lari 100 meter  U-20, di Finlandia. Yang menarik, satu dari delapan peserta lomba, berasal dari Indonesia. Pemuda itu mengenakan kostum lari warna putih dan celana merah. Di dadanya tertulis; M. Zohri.

M. Zohri berada di line nomor 8. Paling ujung, sebelah kanan. Setahuku, dalam olahraga sprint, line 8 bukanlah line favorit juara. Bisa dibilang, itu adalah lintasan bagi peserta non-unggulan. Sisi tengah-lah yang menjadi lintasan peserta favorit juara. Usain Bolt, pelari tercepat dari Jamaika, selalu ditempatkan di line tengah saat berlomba. 

Apa keuntungannya?

Peserta yang berada di lintasan tengah, akan bisa melirik lawan kanan-kirinya. Jadi dia bisa mengukur seberapa cepat lawan berlari. Pun, bidikan kamera, biasanya akan tertuju pada pelari di lintasan tengah. Peserta favorit gitu, loh. Dan di perlombaan yang diikuti M. Zohri itu, lintasan tengah diisi oleh duo sprinter asal Amerika Serikat; Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Dua pelari inilah unggulannya.

Maka, ketika letusan pistol berbunyi tanda lomba dimulai, tak ada yang menyangka bahwa M. Zohri, melesat di sisi paling kanan lintasan. Berlari sejajar dengan peserta unggulan. Bahkan dua komentator baru menyebut nama M. Zohri saat seluruh peserta hampir menyentuh garis finish. 

Hingga ... Saat garis finish berhasil dilewati para sprinter dengan waktu hampir bersamaan, kudengar salah satu komentator berucap dengan nada ragu,

“I think Zohri take the first place.”  

Seluruh peserta menatap layar di sisi stadion, menanti pengumuman. Nafas mereka tersengal. Satu-dua terlihat memegangi lutut. 

Sampai, sekitar sepuluh detik kemudian, layar pengumuman menempatkan nama M. Zohri  di urutan teratas. Seketika M. Zohri berlari dengan senyum merekah. Sampai  pada satu titik, di tengah lintasan itu dia bersujud syukur. Kamera wartawan mengabadikan momen saat Zohri meletakkan kening di tanah. Selebrasi yang sangat jarang terlihat di kejuaraan atletik.

“Oh, surprise! Zohri  is the new world champions.” Komentator laki-laki berteriak semangat.

Komentator satu lagi, perempuan, menimpali tak kalah semangat, “Incredible! Him start in line eight.”

Kamera lalu berganti menyuting Anthony Schwartz dan Eric Harrison. Nampak jelas dari mimik wajah duo pelari asal Negeri Paman Sam, bahwa mereka tak percaya hal ini terjadi. Pelari unggulan dikalahkan oleh pelari di lintasan paling ujung. Mereka geleng-geleng kepala. Seperti mimpi saja, tak menyangka mereka hanya mampu menempati juara kedua dan ketiga saja. 

Setelah itu, di layar handphone, kulihat Anthony Schwartz dan Eric Harrison berlari di sisi lapangan dan mengambil bendera Amerika Serikat yang diberikan oleh crew, masing-masing satu. Kemudian mereka berfoto dengan membentangkan bendera tersebut. Sedangkan sang juara, M. Zohri, berlari ke arah penonton, sendirian, dia terlihat kebingungan berlari di sisi --yang nanti aku tahu bahwa ternyata dia bingung mencari bendera merah putih untuk dibentangkan di punggungnya--. Tak ada yang memberinya sang saka merah putih. Sampai saat wartawan memanggilnya untuk berfoto bersama juara kedua dan ketiga, M. Zohri tak memegang bendera tanah airnya. Pemuda hitam manis itu akhirnya berfoto di tengah. Tanpa bendera. Diapit oleh dua pelari yang membentangkan bendera Amerika Serikat.

Entah, mengapa tak ada bendera Indonesia yang disiapkan panitia untuk selebrasi kemenangan M. Zohri? Tapi besar kemungkinan, panitia tidak menduga bahwa kejuaraan ini akan dimenangkan oleh pelari asal Indonesia. 

Aku menatap layar handphone sambil tersenyum.

“Mirip seperti yang dialami Rio Haryanto,” aku bergumam.

 Ya, hal serupa pernah dialami Rio Haryanto. Mantan pembalap F1 asal Solo itu pernah berkisah: Dulu, saat race GP3 seri kedua di Turki tahun 2010, secara mengejutkan Rio Haryanto menjadi juara. Sebagaimana adat perayaan juara, panitia akan mengibarkan bendera negara dan memutar lagu kebangsaan asal pembalap yang finish di posisi pertama.

 Anehnya, saat Rio Haryanto sudah naik podium, bendera Indonesia belum terpasang. Lagu Indonesia pun tak berkumandang. Lama sekali Rio menunggu prosesi perayaan kemenangannya.

 Usut punya usut, ternyata panitia lomba tidak menyiapkan bendera Indonesia, juga tidak punya file lagu Indonesia Raya. Mereka tidak mengira ada pembalap Indonesia yang akan menjuarai balapan. Akhirnya, setelah lama dalam kebingungan, panitia terpaksa meminjam bendera pembalap asal Polandia (Putih-Merah), lalu membaliknya menjadi bendera Indonesia (Merah-Putih). Sedangkan untuk urusan lagu kebangsaan, panitia langsung download lagu Indonesia Raya lewat Youtube saat itu juga. 

Beginilah rasanya jadi ‘Juara yang Tak Dirindukan’.

Kembali kutatap layar. Setelah beberapa lama, akhirnya M. Zohri mendapatkan sang saka merah putih. Entah dari mana. Lalu dengan wajah penuh kebahagiaan, M. Zohri berlari kembali menuju tengah lintasan dan mengangkat tinggi-tinggi bendera tersebut. Tak ada tepuk tangan meriah yang ia terima dari penonton. Tapi pemuda 18 tahun asal Lombok, NTB, itu nampak tak peduli. Terus berlari mengelilingi stadion Tampere, Finlandia, sambil mengibarkan Merah Putih. 

“Ah, jadi penasaran sama pahlawan satu ini.”

Segera kubuka Google, memasukkan kata ‘M. Zohri Pelari’ di kolom search. Klik. 

Aku tak bisa menahan rasa haru kala mendapati bahwa M. Zohri adalah anak yatim piatu. Ibunya meninggal saat ia masih SD, dan Ayahnya meninggal dunia setahun lalu, persis ketika ia sedang melakukan pemusatan latihan untuk menghadapai salah satu kejuaraan. Dengan berat hati, M. Zohri izin mengundurkan diri dari kejuaraan demi melihat jasad sang Ayah untuk terakhir kali.

Dan seketika aku terhenyak melihat tempat tinggal M. Zohri di Lombok. Hunian itu lebih pantas dikatakan gubuk daripada rumah. Lantainya hanya tanah, sedangkan dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Nampak dinding itu berlubang di sana-sini. Bahkan di beberapa sisi dinding ditutup pakai koran bekas. Atapnya banyak yang bolong. Aku tak bisa membayangkan bagaimana bila hujan lebat menghantam rumah tersebut? Kita juga akan miris melihat tempat tidurnya. Cuma dipan beralaskan tikar, tanpa kasur empuk. Kalau ada barang yang dianggap mewah, mungkin hanya lemari tak berpintu yang teronggok di sisi rumah. Berisi beberapa pakaian milik M. Zohri. Benar-benar memprihatinkan. 

Di sana, di stadion Tampere, Finlandia, M. Zohri berlari dengan wajah kebingungan, mencari bendera merah putih untuk ia kibarkan tinggi-tinggi. Membuktikan pada dunia, bahwa negara ini ada. Negara ini layak diperhitungkan.

Sedangkan kami di sini, terpisah sepuluh ribu kilometer jarak darinya, belum juga berhenti saling sikut, saling olok, lantaran berbeda pandangan politik.

Di sana, dengan usia yang masih belia, 18 tahun, M. Zohri telah mampu mengharumkan nama bangsa. Benar-benar mengharumkan nama bangsa dalam makna sebenarnya.

 Sedangkan kami di sini, yang lahir jauh lebih awal darinya, masih sibuk mainan tik-tok, bergaya aneh sambil diiringi lagu, “Emang lagi manjah, lagi pengen dimanjah, pengen berduaan dengan dirimu sajaaa... Emang lagi syantik, tapi bukan sok syantik. Syantik-Syantik gini hanya untuk dirimuuuu...!!!

Monday, April 16, 2018

Jadwal Piala Thomas dan Uber 2018

Jonatan Christie akan bersaing masuk tim inti tim Thomas Indonesia. (Dok. PBSI)
Jakarta - Kejuaraan bulutangkis Piala Thomas dan Uber 2018 dijadwalkan digelar di Bangkok, Thailand, pada 20-27 Mei 2018.

Tim Thomas dan Uber Indonesia bersiap tampil di Negeri Gajah Putih untuk meraih trofi bergengsi tersebut. Tim Thomas Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dalam daftar unggulan di bawah Tiongkok dan Denmark. Sedangkan Uber Indonesia ada di posisi ketujuh atau masih satu tingkat di bawah India.

Hingga saat ini, PBSI masih terus mencari komposisi terbaik untuk tim inti yang akan diterbangkan ke Bangkok. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Susy Susanti membuka daftar nama-nama atlet yang dinominasikan menjadi bagian tim inti Piala Thomas dan Uber 2018.

Anthony Sinisuka Ginting masih menjadi salah satu andalan di tim Thomas Indonesia. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Dari 32 atlet yang masuk nominasi, akan dipilih 20 atlet untuk mengisi masing-masing 10 slot untuk tim Thomas dan Uber. BWF (Federasi Bulutangkis Dunia) menetapkan tanggal 6 Mei 2018 sebagai hari terakhir penyerahan nama-nama tim inti Piala Thomas dan Uber 2018.

Pasangan Greysia Polii dan Apriyani Rahayu juga berpeluang masuk tim inti Uber. (Dok. Humas PBSI)
"Kami membuka kesempatan bagi semua untuk menjadi bagian tim Piala Thomas dan Uber, yang penting pokoknya untuk Indonesia," kata Susy seperti dikutip dari laman resmi PBSI.
Program persiapan jelang Piala Thomas dan Uber juga telah dijalankan. Susy menyebutkan bakal ada sesi perekatan tim sebelum bertolak ke Bangkok.

"Kemungkinan akan ada sesi untuk team building, nanti akan dilihat dan disesuaikan lagi dengan jadwal dan program latihan atlet-atlet," tutur Susy.

Jadwal Pertandingan Piala Thomas dan Uber 2018:

Penyisihan Grup
Minggu, 20 Mei 2018
Piala Thomas Grup B
09.00 WIB Indonesia vs Kanada

Senin, 21 Mei 2018
Piala Uber Grup D
14.00 WIB Indonesia vs Malaysia

Selasa, 22 Mei 2018
Piala Uber Grup D
09.00 WIB Indonesia vs Perancis

Piala Thomas Grup B
19.00 WIB Indonesia vs Thailand

Rabu, 23 Mei 2018
Piala Uber Grup D
09.00 WIB Indonesia vs Tiongkok

Piala Thomas Grup B
Indonesia vs Korea

Fase Gugur
Kamis, 24 Mei 2018
09.00, 14.00 dan 19.00 WIB
Perempat Final Piala Thomas dan Uber

Semifinal Piala Uber
Jumat, 25 Mei 2018
12.00 WIB

18.00 WIB
Semifinal Piala Thomas

Sabtu, 26 Mei 2018
13.00 WIB
Final Piala Uber

Minggu, 27 Mei 2018
13.00 WIB
Final Piala Thomas (cnnindonesia)

Tuesday, March 20, 2018

Angka-Angka Menarik dari Sukses Kevin/Marcus Juara All England 2018

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Paul Ellis/AFP)


Jakarta - Sukses Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjaid juara All England menyimpan sederet data dan fakta menarik. Apa saja?

Kevin/Marcus memastikan gelar juara All England sai menundukkan ganda Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen pada final di Arena Birmingham, Senin (19/3/2018). Kevin/Marcus menang dua game langsung 21-18 dan 21-17.

Keberhasilan itu membuat Kevin/Marcus menjadi penyelamat muka Indonesia di All England 2018. Bahkan, mereka sudah menjadi satu-satunya wakil Indonesia sejak semifinal. 

Selain itu, data dan fakta menarik tercipta dari hasil Kevin/Marcus usai menjadi juara. berikut rangkuman detikSport dari berbagai sumber: 

22 - Kevin/Marcus menjadi ganda putra pertama yang berhasil meraih gelar juara ganda putra beruntun sejak Ricky Soebagdja/Rexy Mainaky mendapatkannya 22 tahun lalu (1995 dan 1996). 

3 - Kevin/Marcus menjadi ganda putra keempat Indonesia yang berhasil menjadi juara All England secara beruntun. Lainnya: Christian Hadinata/Ade Chandra (1973 dan 1973), Tjun Tjun/Johan Wahyudi (1974 dan 1975 dilanjut empat kali beruntun 1976-1979). 

19 - Kevin/Marcus tak terkalahkan dalam 19 pertandingan internasional. Kekalahan terakhir yang dialami Kevin/Marcus ada pada babak penyisihan Super Series Finals 2017.

9 - Kevin/Marcus selalu lolos ke final dalam sembilan turnamen terakhir yang diikuti, tujuh kali juara dan dua kali runner-up. 

1 - Kevin/Marcus menjadi menjadi ganda putra pertama yang mengumpulkan 100.000 poin ranking BWF. Mereka akan mengantongi total 100.989 poin. 

10 - Kevin/Marcus meraih gelar juara internasional untuk kali ke-10 pada All England 2018. 

20 - Sukses Kevin/Marcus menjadi juara, membuat Indonesia mengoleksi 46 gelar, 20 di antaranya dari sektor ganda putra. (Source: sport.detik.com)

Juara All England Ganda Putra, Kevin/Marcus Bawa Pulang Uang Rp 1 Miliar

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang diganjar Rp 1 miliar. (Reuters/Peter Cziborra)


Jakarta - All England 2018 usai dengan memunculkan juara. Termasuk ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang diganjar Rp 1 miliar. 

Gelar juara All England 2018 dibagi rata. Indonesia kebagian satu juara dengan Kevin/Marcus yang naik podium tertinggi. 



Pada final, di Arena Birmingham, Minggu (18/3/2018), Kevin/Marcus mengalahkan Mathias Boe/Carsten Mogensen dari Denmark dua game langsung. Kevin/Marcus menang dua game langsung 21-18 dan 21-17. 

Dengan total hadiah USD 1 juta (Rp 13,7 miliar), Kevin/Marcus dan juara di sektor ganda masinng-masing diganjar USD 74 ribu atau setara dengan Rp 1 miliar. 



Nah, untuk Shi Yuhi dan Tai Tzu Ying sebagai juara nomor tunggal, masing-masing mendapatkan apresiasi sebesar USD 70 ribu atau sekitar Rp 963 juta. 

Tak hanya juara yang mendapatkan hadiah. Sejak tampil di babak 32 besar. Hadiah total USD 1 juta, sebagai syarat turnamen super 1000, dibagikan secara merata kepada peserta. 



Berikut adalah daftar hadiah All England 2018:

Total hadiah USD 1 juta (Rp, 13,7 miliar)

Tunggal 
Juara: USD 70 ribu (Rp 963 juta) 
Runner-up: USD 34 ribu (Rp 468 juta)
Semifinalis: USD 14 ribu (Rp 192,8 juta) 
Perempatfinalis: USD 5,5 ribu (Rp 75,7 juta) 
Babak 2: USD 3 ribu (Rp 41,3 juta) 
Babak 1: USD 1 ribu (Rp 13,7 juta) 

Ganda
Juara: USD 74 ribu (Rp 1 miliar)
Runner-up: USD 35 ribu (Rp 481,9 juta)
Semifinalis: USD 14 ribu (Rp 192,8 juta)
Perempatfinalis: USD 6,25 ribu (Rp 86 juta)
Babak 2: USD 3,25 ribu (Rp 44,7 juta)
Babak 1: USD 1 ribu (Rp 13,7 juta)


(Source: sport.detik.com)

Juara All England 2018 Dimenangkan oleh Lima Negara Berbeda

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo (kiri) dan Marcus Fernaldi Gideon (kanan) berfoto bersama di podium juara usai babak final kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, Minggu (18/3). ANTARA FOTO/Handout/Humas PBSI.

BirminghamTurnamen bulu tangkis bergengsi yang menyandang level BWF World Tour Super 1000, All England 2018 telah berakhir usai memainkan laga final pada Minggu (18/3/2018) malam hingga Senin (19/3) dini hari. Dari lima laga yang dipertandingkan di Arena Birmingham, Inggris, juara All England edisi tahun ini dimenangkan oleh lima negara yang berbeda.

Di nomor ganda putri, Jepang keluar sebagai juara usai wakilnya Yuta Watanabe/Arisa Higashino berhasil mengandaskan unggulan ke-5 asal Cina, Zhen Siwei/Huang Yaqjong. Menariknya, Yuta/Arisa tidak diunggulan di turnamen ini.

Di nomor tunggal putri, pebulu tangkis Taiwan, Tai Tzu Ying tampil sebagai kampiun. Di laga final, unggulan ke-1 ini mengalahkan unggulan ke-2 asal Jepang, Akane Yamaguchi, dua set, 22-10, 21-13, dalam 45 menit.

Di nomor tunggal putra, terjadi duel sebangsa. Juara All England enam kali, Lin Dan gagal menambah koleksi gelarnya usai takluk di tangan sesama wakil Cina, Shi Yuqi, tiga set, 21-19, 16-21, 21-9 dalam satu jam 14 menit.

Di nomor ganda putri, wakil Denmark tampil sebagai pemenang. Unggulan ke-3 Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen mengalahkan unggulan ke-4 wakil Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Laga ini berdurasi 60 menit yang berakhir dua set 21-19, 21-18.

Di nomor ganda putra, giliran Indonesia juara. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo berhasil mempertahankan gelar usai menyudahi perlawanan unggulan ke-2 wakil Denmark, Mathias Boe/Casten Mogensen. Laga ini berlangsung selama 42 menit yang berakhir dalam dua set, 21-18, 21-17.

Berkomentar soal kemenangannya di laga final, Marcus tak menyangka bisa memenangkan All England dua kali berturut-turut. Kendati demikian, menurut ia, untuk menggapai tangga juara tidaklah mudah.

"Rasanya senang sekali juara All England lagi, tidak menyangka juga bisa juara dua kali. Memang agak susah jalannya, tidak gampang banget," katanya seperti dikutip dari laman PBSI, Senin (19/3).

Meraih dua gelar juara All England berturut-turut (2017, 2018), pencapaian Marcus/Kevin menyamai rekor Ricky Subagja/Rexy Mainaky yang dibuat lebih dari 20 tahun lalu (1995, 1996).

Selain menyamai rekor peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 itu, pencapaian Markus/Kevin juga sejajar dengan para peraih dua gelar All England berturut-turut lainnya seperti Kim Moon-soo/Park Joo-bong (1985, 1986) atau legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata/Ade Chandra (1972, 1973). (Source: tirto.id)

Juara All England 2018, Marcus/Kevin Menyamai Rekor Ricky/Rexy

Pebulu tangkis ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon mengembalikan kok ke arah lawannya pasangan pebulu tangkis Taiwan Chen Hung Ling dan Wang Chi-Lin pada babak perempat final kejuaraan All England 2018 BWF World Tour Super 1000 di Birmingham, Inggris, Jumat (16/3/2018). ANTARA FOTO/Handout/Humas PBSI

Aang Kusnadi YaminMeraih dua gelar juara All England berturut-turut (2017, 2018), pencapaian Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menyamai rekor Ricky Subagja/Rexy Mainaky yang dibuat lebih dari 20 tahun lalu (1995, 1996). Menanggapi soal keberhasilannya di laga final, Kevin Sanjaya menyebut kemenangannya sangat spesial karena All England adalah turnamen bergengsi dan tertua. 

"Kemenangan ini sangat spesial. Karena ini merupakan turnamen bergengsi dan tertua. Kami senang main di sini, karena banyak dukungan juga di sini untuk kami," katanya selepas pertandingan seperti dikutip dari Antara, Senin (19/3/2018).

Pada laga final yang berlangsung Senin dini hari itu, Marcus/Kevin berhasil mengalahkan unggulan ke-2 wakil Denmark, Mathias Boe/Casten Mogensen di Arena Birmingham, Inggris. 

Berdasarkan statistik BWF, Marcus/Kevin yang diunggulkan di peringkat ke-1 ini menyudahi perlawanan Mathias/Casten lewat pertarungan ketat dua set, 21-18, 21-17 yang berlangsung selama 42 menit.

Sementara di gelaran All England edisi 2017, Marcus/Kevin meraih gelar pertamanya itu usai mengalahkan pasangan ganda putra wakil Cina, Li Jun Hui/Liu Yu Chen, dua set 19-21, 14-21 di babak final. 

Turnamen bulu tangkis bergengsi yang menyandang level BWF World Tour Super 1000 ini berhadiah total satu juta dolar Amerika yang didistribusikan sebesar 70 ribu dolar Amerika untuk kampiun nomor tunggal dan 74 ribu dolar Amerika untuk pemenang nomor ganda.

Tampil sebagai juara, maka Marcus/Kevin menerima sekitar Rp1 miliar. Sementara di nomor tunggal, Shi Yuqi yang mengalahkan juara All England enam kali, Lin Dan di partai final tunggal putra, mengantongi sekitar Rp958 juta (1 dolar Amerika = Rp13.689 per 19 Maret 2018).

Selain menyamai rekor Ricky/Rexy, pencapaian Markus/Kevin juga sejajar dengan para peraih dua gelar All England berturut-turut lainnya seperti Kim Moon-soo/Park Joo-bong (1985, 1986) atau legenda bulu tangkis Indonesia Christian Hadinata/Ade Chandra (1972, 1973). (Source: tirto.id)

Friday, February 16, 2018

Alhamdulillah, Berkat Salah, Fans Liverpool Dapat Hidayah Untuk Jadi Mualaf


Penampilan apik winger asal Mesir Mohamed Salah membuat sejumlah fans Liverpool mendapatkah hidayah untuk menjadi mualaf.

Salah sempat diragukan akan bisa tampil bagus setelah dibeli dari AS Roma pada musim panas kemarin. Akan tetapi semua keraguan itu bisa langsung ditepis oleh pemain berusia 25 tahun tersebut.

Salah bisa langsung nyetel dengan performa tim asuhan Jurgen Klopp tersebut. Ia juga langsung menjadi sumber gol bagi The Reds. Namanya kini sejajar dengan para bomber Liverpool terdahulu seperti Luis Suarez ataupun Fernando Torres.

Performa apik Salah terus berlanjut hingga di pertandingan melawan Porto di leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Estadio do Dragao, Portugal, Kamis (15/02) dini hari WIB. Di laga itu ia berhasil mencetak satu gol yang cantik di menit 29.

Pada akhirnya, Salah sukses membantu Liverpool memenangi pertandingan itu dengan skor telak 5-0. The Reds pun kemungkinan besar akan bisa melaju ke babak perempat final Liga Champions.

Kecemerlangan Salah di pertandingan itu ternyata menginspirasi sejumlah fans Liverpool untuk membuat chants baru. Dalam syairnya, para fans itu mengaku ingin masuk Islam berkat Salah.

Berikut videonya: (link)

Berikut terjemahannya:

"La la la la la, la la la la la la."
"Mo Salah-la la la la la."
"Jika ia cukup baik untukmu, ia cukup baik untukku."
"Jika ia mencetak beberapa gol lagi maka saya juga akan menjadi seorang Muslim."
"Jika ia cukup baik untukmu, ia cukup baik untukku."
"Duduk di masjid, di sanalah saya ingin berada."
"Mo Salah-la la la la la."

Chants ini sendiri merupakan chants yang kesekian yang dibuat oleh para fans Liverpool untuk Salah. Ini menunjukkan seberapa besar mereka mencintai eks pemain Chelsea tersebut.
Sementara itu, Salah musim ini total sudah mencetak 30 gol dari 36 pertandingan bagi Liverpool di semua ajang kompetisi. Ia juga menambahkan 10 assist. (Bola.net)

Thursday, February 15, 2018

Mane Hat-trick, Liverpool Cukur Porto 5-0

Sadio Mane mencetak hat-trick ke gawang Porto (Matthew Childs/Action Images via Reuters)


Porto - Liverpool mengamuk di kandang Porto pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Terbantu oleh hat-trick Sadio Mane, The Reds mencukur tim ruan rumah dengan skor 5-0.

Tiga pemain depan Liverpool mencetak gol pada pertandingan di Estadio do Dragao, Kamis (15/2/2018) dinihari WIB. Selain Mane yang mengukir hat-trick, Mohamed Salah dan Roberto Firmino masing-masing menyumbangkan satu gol.

Liverpool yang bermain begitu gemilang unggul 2-0 saat turun minum. Mane membuka pesta gol Liverpool pada menit ke-25, yang disusul Salah di menit ke-29.

Setelah jeda, tim tamu makin menggila. Mane mencetak gol keduanya pada menit ke-53, sementara Firmino menjebol gawang Porto pada menit ke-59. Mane akhirnya menyempurnakan hat-trick-nya lewat gol penutup di menit ke-85.

Kemenangan besar ini membuat Liverpool berada di ambang kelolosan ke perempatfinal. Di leg kedua, mereka akan menjamu Porto di Anfield pada 6 Maret 2018.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan berjalan ketat dengan kedua tim awalnya kesulitan untuk menembus kotak penalti lawan. Peluang pertama didapat Porto pada menit kesepuluh, tapi tembakan Otavio diblok oleh Dejan Lovren sehingga bola masih sedikit melambung.

Liverpool merespons melalui aksi Andrew Robertson dua menit kemudian. Robertson melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti, namun bola mengarah ke atas mistar gawang.

Liverpool membuka keunggulannya melalui gol Mane di menit ke-25. Gol ini berawal dari upaya Georginio Wijnaldum menembus pertahanan Porto. Bola lepas dari kaki Wijnaldum, tapi dikuasai oleh Mane di dalam kotak penalti. 

Mane kemudian melepaskan tembakan. Tembakan pemain asal Senegal itu awalnya terlihat akan bisa diamankan oleh kiper Porto, Jose Sa. Namun, Jose Sa membuat kesalahan sehingga bola menerobos lewat bawah badannya dan masuk ke dalam gawang.

Hanya berselang empat menit, Salah memperbesar keunggulan Liverpool menjadi 2-0. Setelah tembakan keras James Milner mengenai tiang gawang, Salah yang mendapatkan bola muntah dengan tenang memperdaya Jose Sa sebelum menceploskan bola ke gawang.

Porto berpeluang menipiskan ketertinggalan di menit ke-44 melalui Tiquinho. Tapi, sepakan Tiquinho masih melenceng tipis dari gawang Liverpool.

Mane kembali merobek gawang Porto pada menit ke-53. Kerja sama apik antara tiga pemain depan Liverpool sangat terasa dalam terciptanya gol ini. 

Lewat sebuah serangan balik kilat, Salah memberikan umpan matang kepada Firmino. Firmino menyambarnya dengan tembakan ke arah gawang. Tembakan Firmino bisa ditepis oleh Jose Sa, tapi Mane muncul dari belakang untuk menyepak bola rebound ke dalam gawang. Liverpool memimpin 3-0.

Memasuki menit ke-69, Liverpool menambah derita Porto melalui gol keempat yang tercatat atas nama Firmino. Firmino dengan begitu leluasa menuntaskan umpan tarik yang dikirimkan Milner dari sisi kiri.

Mane melengkapi hat-trick-nya lewat gol yang dia cetak pada menit ke-85. Dalam sebuah serangan balik, dia menaklukkan Jose Sa dengan tembakan dari luar kotak penalti. Liverpool pun unggul 5-0 dan skor ini bertahan hingga akhir laga.

Susunan Pemain
Porto: Jose Sa; Ricardo Pereira, Reyes, Marcano, Alex Telles; Hector Herrera, Sergio Oliveira, Otavio (Jesus Corona 46'); Brahimi (Waris 62'), Marega, Tiquinho Soares (Paciencia 74')

Liverpool: Karius; Alexander-Arnold (Gomez 79'), Van Dijk, Lovren, Robertson; Milner, Henderson (Matip 75'), Wijnaldum; Mane, Salah, Firmino (Ings 80')

Source: https://sport.detik.com/

RONALDO MENJADI INSPIRATOR, REAL MADRID HANTAM PSG DI BERNABEU

Real Madrid mengalahkan Paris St. Germain 3-1 di leg I babak 16 besar Liga Champions. (Foto: Paul Hanna/Reuters)


Madrid - Juara bertahan Real Madrid mendapatkan keuntungan besar untuk lolos dari babak 16 besar Liga Champions. Sempat ketinggalan di menit awal, Madrid akhirnya mengalahkan Paris St. Germain 3-1.

Cristiano Ronaldo menginspirasi kemenangan Madrid setelah mencetak dua gol yang terjadi di masing-masing babak. Meski menang, El Real tidak mencapainya dengan mudah.

Melawan PSG di leg I, Santiago Bernabeu, Kamis (15/2/2018) dinihari WIB, Madrid tertinggal lebih dahulu setelah PSG membuka keunggulan lewat Adrien Rabiot di menit ke-33. Di penghujung babak pertama, Ronaldo tak menyia-nyiakan kesempatan menyamakan skor lewat hadiah penalti, menyusul pelanggaran terhadap Toni Kroos.

Pertandingan berlangsung ketat di sebagian besar babak kedua. Sampai akhirnya, di 10 menit terakhir Madrid berhasil membobol gawang PSG dua kali lewat Ronaldo dan Marcelo untuk memastikan kemenangannya.

Dengan hasil ini, Los Blancos hanya membutuhkan minimal hasil seri di leg II untuk maju ke perempatfinal. Sementara PSG wajib menang dengan skor minimal 2-0.


Jalannya Pertandingan


Madrid langsung menekan PSG setelah kickoff. Saat Madrid melakukan serangan, Toni Kroos jatuh di kotak penalti saat dibayangi Yuri Berchiche. Tapi wasit tidak tertarik dengan klaim penalti tim tuan rumah. 

Di menit ketiga, umpan lambung Isco diterima Cristiano Ronaldo. Tapi sepakan Ronaldo dari sisi kanan kotak penalti melenceng jauh dari gawang PSG. 

Madrid menguji kiper Alphonse Areola. Kroos mendapatkan ruang tembak di luar kotak penalti sebelum melepaskan tembakan keras yang dihalau Areola. Bola pantul disapu Marquinhos ke samping gawang.

PSG merespons. Kerjasamanya dengan Neymar diakhiri Yuri dengan sepakan dari dalam kotak penalti, tapi bola masih melebar. Di menit ke-12, Neymar terbebas di sisi kiri sebelum melepaskan umpan lambung yang berhasil dicegat Raphael Varane agar tak dijangkau Edinson Cavani.

Wasit menghadiahi tendangan bebas dari posisi berbahaya kepada Madrid setelah pelanggaran terhadap Modric. Ronaldo menjadi eksekutor, tapi sepakannya melambung di atas mistar gawang PSG.

PSG membuang momentum dalam menciptakan peluang setelah Neymar terlambat melakukan operan. Di menit ke-28, Madrid melakukan serangan balik berbahaya ketika umpan silang Marcelo mencapai Ronaldo di sisi kanan. Tapi saat tinggal berhadapan dengan Areola, sepakan Ronaldo mentah setelah bola mengenai wajah si kiper.

Kebuntuan akhirnya terpecah di menit ke-33. PSG memimpin 1-0 atas Madrid lewat gol Rabiot. Kylian Mbappe mengirim umpan silang bagus kepada Neymar. Bola coba dihalau Nacho tapi bergulir ke jalur Rabiot yang menuntaskannya tanpa kesalahan.

PSG semakin percaya diri. Lima menit berselang, sodoran Neymar kepada Cavani lolos dari kepungan pemain bertahan Madrid. Namun, tendangan melengkung Cavani dari dalam kotak sempat dicegat Casemiro sehingga bola hanya bersarang di samping gawang Madrid.

Semenit sebelum waktu normal babak pertama habis, Madrid hampir membuat gol balasan. Dari kerjasama dengan Ronaldo, Benzema melepaskan tembakan kaki kiri tapi masih bisa diselamatkan Areola.

Jelang turun minum, pelanggaran Lo Celso kepada Kroos membuat wasit menunjuk titik putih. Ronaldo maju sebagai algojo dan sukses menaklukkan Areola untuk menyamakan skor menjadi 1-1 di menit ke-45.

Usai restart, PSG membuang peluang emas. Umpan mendatar Neymar menjangkau Mbappe, tapi penyelesaiannya dari dalam kotak penalti masih bisa dihalau Keylor Navas.

Sergio Ramos membuat blok krusial untuk mencegah Rabiot mencetak gol. Selanjutnya, Dani Alves mengklaim penalti setelah tembakan Rabiot mengenai lengan Ramos, tapi wasit tidak menganggapnya pelanggaran.

PSG terus menekan Madrid. Serangan dari sisi kanan diakhiri Mbappe dengan sepakan, yang masih terlalu lemah. Di menit ke-73, usaha PSG mencetak gol keduanya digagalkan Ramos usai mem-blok sepakan Kimpembe yang diawali dari sepak pojok.

Sebuah peluang emas kembali terlewatkan oleh PSG. Yuri menyerbu dari sisi kiri untuk mengirim umpan silang di depan gawang. Mbappe dan Dani Alves gagal menjangkau bola.

Akhirnya, Madrid membalikkan kedudukan menjadi 2-1 di menit ke-83. Umpan silang mendatar Marco Asensio ditepis Areola, tapi bola bergulir ke arah Ronaldo untuk diteruskan dengan tembakan dari jarak dekat.

Hanya tiga menit kemudian, Madrid berhasil membobol gawang PSG untuk unggul 3-1. Asensio kembali menjadi kreatornya, dengan umpan silang dari sisi kanan. Bola diteruskan Marcelo dengan tendangan first-time dari dalam kotak penalti PSG.

PSG kehabisan waktu. Di detik-detik terakhir, sepakan Neymar melambung usai menyambut umpan silang Julian Draxler. Pertandingan berakhir, Madrid berhak atas kemenangan 3-1.


Susunan Pemain

REAL MADRID: Navas, Nacho, Sergio Ramos, Varane, Marcelo, Modric, Casemiro (Lucas Vazquez 79'), Kroos, Isco (Asensio 79'), Benzema (Bale 68'), Ronaldo

PARIS ST. GERMAIN: Areola, Dani Alves, Marquinhos, Kimpembe, Yuri, Verratti, Rabiot, Lo Celso (Draxler 85'); Mbappe, Cavani (Meunier 66'), Neymar 

Source: https://sport.detik.com/

Wednesday, January 24, 2018

Singkirkan Atletico, Sevilla ke Semifinal Copa Del Rey

Sevilla mengalahkan Atletico Madrid

Sevilla - Sevilla menjadi tim pertama yang lolos ke semifinal Copa del Rey. Sevilla melaju usai menang 3-1 atas Atletico Madrid di leg kedua babak perempatfinal.

Kemenangan dengan skor 3-1 yang dibukukan di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan, Rabu (24/1/2018) dini hari WIB, mengantar Sevilla ke semifinal dengan keunggulan agregat 5-2 atas Atletico. Dalam laga leg pertama lalu, Sevilla menang 2-1 di Wanda Metropolitano.

Di pertandingan leg kedua, Sevilla sudah langsung menggebrak sejak awal pertandingan. Tuan rumah membuka keunggulan di menit pertama lewat sepakan voli Sergio Escudero yang memanfaatkan assist Pablo Sarabia.

Atletico sempat menyamakan kedudukan di menit ke-13. Antoine Griezmann mengubah skor menjadi 1-1 usai tendangan volinya tak mampu dihentikan oleh Sergio Rico.

Laga babak kedua baru berjalan dua menit, Sevilla mendapat hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih usai Saul melanggar Joaquin Correa. Ever Banega yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya untuk membawa Sevilla memimpin 2-1.

Sevilla makin meninggalkan Atletico usai mereka mencetak gol ketiga di menit ke-79. Dari serangan balik, Pablo Sarabia memaksimalkan bola dari Franco Vazquez untuk menaklukkan Miguel Angel Moya.

Skor 3-1 untuk keunggulan Sevilla bertahan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan ini mengantar Sevilla lolos ke semifinal.

Demikian dilansir dari laman kompas.com (24/01/2018)

Susunan Pemain

Sevilla: Rico; Navas, Mercado, Lenglet, Escudero; N'Zonzi, Banega; Sarabia, Vazquez (Pizarro 84'), J.Correa (Nolito 88'); Muriel (Ben Yedder 73')

Atletico Madrid: Moya; Vrsaljko, Gimenez, Godin, Hernandez; A.Correa (Carrasco 60'), Gabi (Torres 56'), Saul (Partey 64'), Koke; Griezmann, Gameiro